Margaret MS Ajak Warga Mengaplikasikan Butir-butir Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Margaret MS Ajak Warga Mengaplikasikan Butir-butir Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

September 28, 2026 0 By admin

Medan (Jurnaldaily.com) Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Margaret MS, mengajak masyarakat untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengaplikasikan butir-butir yang terkandung dalam lima silanya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang wajib diketahui. Karenanya kita harus mengaplikasikan butir-butir di Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Margaret saat menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (27/9/26) di Jalan Marelan Pasar III Barat No. 3, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Wakil rakyat dari Dapil 2 Kota Medan ini menjelaskan, penerapan butir-butir Pancasila sangat penting untuk menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan keadilan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Menurut Margaret, terdapat 46 butir pengamalan Pancasila yang seharusnya menjadi pedoman warga negara Indonesia.

“Dengan kita menerapkan butir-butir ini dalam kehidupan, maka selain telah mengamalkan Pancasila, juga kita telah membentengi keluarga khususnya anak-anak kita dari pengaruh negatif budaya luar,” jelasnya.

Ia kemudian memaparkan pokok-pokok pengamalan dari kelima sila tersebut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa (7 butir).
Menegaskan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Setiap warga diminta mengembangkan sikap saling menghormati, membina kerukunan hidup antarumat beragama, menghargai kebebasan menjalankan ibadah, serta tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (10 butir). Mengamanatkan untuk mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Termasuk mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban tanpa membedakan suku, keturunan, agama, jenis kelamin, maupun kedudukan sosial. Nilai lainnya adalah mengembangkan sikap saling mencintai, tenggang rasa, tidak semena-mena, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, serta berani membela kebenaran dan keadilan.

3. Persatuan Indonesia (7 butir). Menekankan pentingnya menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Warga juga diajak untuk rela berkorban demi bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, serta memajukan pergaulan demi persatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (10 butir). Setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam kehidupan bersama, musyawarah harus diutamakan untuk mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan. Keputusan musyawarah wajib dihormati dan dilaksanakan dengan itikad baik, serta harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjunjung tinggi keadilan dan persatuan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (12 butir). Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan kekeluargaan dan gotong royong, bersikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan hak dan kewajiban, serta menghormati hak orang lain. Termasuk suka memberi pertolongan, bekerja keras, menghargai hasil karya orang lain, tidak menggunakan hak milik untuk pemerasan, pemborosan, gaya hidup mewah, maupun hal yang merugikan kepentingan umum.

Margaret berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat khususnya di Medan Marelan dapat menjadi contoh dalam mengamalkan Pancasila secara nyata, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat. (JD)