Johannes Hutagalung: Nilai-Nilai Pancasila Membentengi Anak dari Pengaruh Negatif

Johannes Hutagalung: Nilai-Nilai Pancasila Membentengi Anak dari Pengaruh Negatif

September 27, 2026 0 By admin

Medan (Jurnaldaily.com) Anggota DPRD Kota Medan, Johannes Haratua Hutagalung, S.Sos, menekankan pentingnya memedomani ideologi Pancasila sebagai warga Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif era teknologi terbuka.

“Penguatan dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dapat membentengi anak-anak agar tidak terpengaruh hal-hal negatif,” ujar Johannes Hutagalung saat menggelar kegiatan Pelaksanaan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Teh, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (27/9/26).

Politisi PDI Perjuangan Kota Medan itu menyebut, generasi muda saat ini telah banyak dipengaruhi teknologi terbuka yang mengubah kebiasaan hidup masyarakat.

“Makanya kami (DPRD Medan) menyosialisasikan Ideologi Pancasila ini agar membentengi kita dan anak cucu dari pengaruh negatif teknologi terbuka,” jelasnya.

Johannes mengungkapkan, dampak negatif tersebut terlihat dari perubahan perilaku, seperti anak-anak yang semakin nakal, tidak sopan kepada orang tua, hingga berani melawan guru.

Karena itu, ia berharap para orang tua dapat menyampaikan pemahaman ideologi Pancasila kepada anak cucu sebagai penerus bangsa.

Sementara itu, Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Ir. Waldemar Sihombing, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membangun kepribadian bangsa yang berkarakter, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia memaparkan kelima sila Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Setiap warga bebas memeluk agama yang diakui negara dan mendirikan rumah ibadah. “Seharusnya tidak ada lagi persoalan dalam mendirikan rumah ibadah. Kita wajib menghargai pemeluk agama yang berbeda,” ujarnya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Wajib menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghormati hak dasar manusia.

3. Persatuan Indonesia: Mengamanatkan rasa memiliki dan mencintai tanah air serta mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Saling menghormati perbedaan pandangan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menekankan keadilan bagi setiap warga serta semangat tolong-menolong dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang berkeadilan. (JD)