Amalkan Sila Persatuan Indonesia, Johannes Hutagalung Ajak Jaga Kerukunan Antartetangga
Oktober 26, 2026Medan (Jurnaldaily.com) Anggota DPRD Kota Medan, Johannes Haratua Hutagalung S.Sos mengajak warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan antartetangga. Karena kerukunan dalam bertetangga merupakan salah satu wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.

“Mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita, salah satunya dengan hidup rukun dan bersatu antartetangga sebagai wujud pengamalan Sila Persatuan Indonesia,” kata Johannes Hutagalung saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (25/10/26) di Jalan Pesantren, Kelurahan Sei Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal.
Dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, menjaga persatuan dan kesatuan antartetangga adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang harmonis, aman, dan tenteram.
“Sebagai makhluk sosial, tetangga adalah orang terdekat yang akan pertama kali memberikan bantuan saat kita menghadapi kesulitan,” jelasnya.
Disebutkan Johannes, ada beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menjaga kerukunan antartetangga. Seperti saling nenghormati, saling berkomunikasi, gotong royong, tolong menolong dan langkah lainnya.

Dalam pemaparan materi sosialisasi, Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Ir Waldemar Sihombing menerangkan, kegiatan ini adalah wujud komitmen DPRD Medan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendidikan dan pembinaan karakter seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kota Medan.
Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membangun kepribadian bangsa yang berkarakter, cinta Tanah Air dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Di tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi dan perubahan sosial yang sangat cepat, kita menyaksikan muculnya tantangan berupa menurunnya semangat nasionalisme, melemahnya solidaritas sosial, serta meningkatnya sikap intoleransi.

“Atas fakta dan perilaku itu, kita perlu memedomani Ideologi Pancasila untuk mengantisipasi dampak negatif teknologi informasi. Semoga penyerbarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini akan bermanfaat bagi kita semua,” ujar Waldemar. (JD)


