Rizki Lubis: Wawasan Kebangsaan Jadi Landasan Persatuan dalam NKRI
Juni 20, 2026Medan (Jurnaldaily.com) Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Muhammad Afri Rizki Lubis, S.M, M.IP mengatakan keberagaman di Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dipelihara. Karenanya, dibutuhkan Wawasan Kebangsaan sebagai landasan persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki keanekaragaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus tantangan,” kata Rizki Lubis dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar pada Sabtu (20/6/26) di Jalan Bangun Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.
Oleh karena itu, lanjut politisi Partai NasDem Kota Medan ini, Wawasan Kebangsaan menjadi landasan penting agar kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI
Dipaparkannya, Wawasan Kebangsaan mengandung empat pilar utama. Pertama, Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Kedua, UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga, NKRI sebagai bentuk final negara kita, dan keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Untuk itulah pentingnya menyosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan agar masyarakat turut menjaga persatuan.
“Sebagai anggota DPRD, saya ingin menekankan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” tandas Rizki Lubis.
Disebutkannya, beberapa peran penting masyarakat dalam menjaga persatuan. Seperti peran pemuda menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan melawan paham radikalisme. Sementara peran orang tua adalah menanamkan nilai kebangsaan sejak dini kepada anak-anak.
“Begitu juga para Tokoh Masyarakat memiliki peran menjadi teladan dalam menjaga kerukunan,” sebutnya.
Namun Rizki juga mengungkapkan di era globalisasi ini Bangsa Indonesia menghadapi beberapa tantangan, yakni disinformasi dan berita hoaks yang dapat memecah belah. Lalu individualisme yang melemahkan semangat gotong royong. Begitu juga tantangan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.
“Disinilah pentingnya Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebagai landasan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut,” terangnya.
Di akhir acara, Rizki Lubis kembali mengajak warga Kota Medan untuk menjadikan Wawasan Kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air, kita akan mampu menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (JD)



