Wong Chun Sen: Waisak jadi Momentum Memperkuat Toleransi dan Persaudaraan
Juni 14, 2026Medan (Jurnaldaily.com) Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 sebagai momentum memperkuat nilai kedamaian, toleransi, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikan Wong Chun Sen saat menghadiri perayaan Waisak 2570 BE/2026 yang digelar di Lapangan Benteng Medan, Sabtu malam (13/6/26). Perayaan yang berlangsung penuh khidmat tersebut mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”.
Menurut Wong Chun Sen, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Waisak memiliki pesan universal yang dapat diterapkan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya umat Buddha, tetapi juga seluruh elemen bangsa.
“Waisak mengajarkan kita tentang pentingnya kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan saling menghargai,” ujar Wong Chun Sen.
Ia menilai Kota Medan merupakan contoh nyata kota yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, keharmonisan yang selama ini terbangun harus terus dirawat bersama.
“Keberagaman adalah kekuatan Kota Medan. Perbedaan bukan menjadi pemisah, tetapi menjadi bagian yang memperkaya kehidupan kita bersama,” katanya.
Wong Chun Sen juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga suasana kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan dengan nyaman. Menurutnya, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga mendapatkan ruang yang sama dalam menjalankan keyakinannya.
“Semangat toleransi harus terus kita jaga. Kota Medan harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen juga menyampaikan harapan agar perayaan Waisak menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial, menebarkan kebaikan, dan membangun hubungan yang lebih harmonis di tengah kehidupan yang semakin dinamis.
Puncak perayaan Waisak 2570 BE/2026 ditandai dengan penyalaan lilin dan pelita perdamaian sebagai simbol harapan akan terciptanya kehidupan yang penuh kedamaian, toleransi, dan saling menghormati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, para bhikkhu Sangha, tokoh lintas agama, serta masyarakat. (JD)


