Warga Terjun Minta Pemko Bangun Tembok Kanal Sungai Bedera
Juni 21, 2026Medan (Jurnaldaily.com) Warga Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan memohon kepada Pemerintah Kota Medan agar membangun tembok kanal Sungai Bedera di wilayah tersebut. Pasalnya, bila hujan turun air sungai sering meluap dan menimbulkan banjir.

“Kami memohon untuk dibangun tembok kanal Sungai Bedera di daerah ini agar bisa meminimalisir banjir,” pinta Fatma salah seorang warga yang hadir di acara Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Margaret MS, Sabtu (20/6/26) di Jalan Andansari Durung 3 Lingkungan 19 Kaplingan Asri Permai, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Menurut warga, belum ada pembangunan tembok kanal di wilayah mereka. Sehingga tidak ada penahan luapan air sungai bila hujan turun.
Menanggapi ini, Anggota DPRD Medan, Margaret MS menjelaskan bahwa untuk normalisasi sungai, termasuk pembangunan tembok kanal merupakan tugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Namun begitu, saya akan tetap menyampaikan aspirasi warga kepada pihak Pemko Medan untuk ditindaklanjuti ke BBWS Sumatera II selaku pihak yang menangani persoalan sungai,” jelas Margaret MS politisi PDI Perjuangan Kota Medan.

Selain soal tembok kanal, warga juga mengeluhkan pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak merata. Warga juga memohon agar jalanan di sekitar Lingkungan 19 segera diperbaiki.
Menjawab aspirasi warga, Margaret MS memastikan akan menyampaikan ke OPD Pemko Medan terkait untuk segera dilakukan perbaikan sesuai permintaan warga.
Sementara dalam sosialisasi materi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Margaret MS berharap agar warga menerapkan nilai-nilai Ideologi Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.
Diterangkannya, DPRD Kota Medan berkewajiban menyosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat untuk memunculkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme sebagai anak Bangsa Indonesia.
Karena, Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan pondasi utama dalam membentengi anak bangsa dari pengaruh negatif budaya luar.

“Pengaruh negatif ini dikhawatirkan berdampak terhadap perilaku masyarakat, terutama menurunnya semangat nasionalisme anak bangsa,” terang Margaret.
Dipaparkannya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia memiliki lima sila yang harus dijadikan pedoman bagi anak Bangsa Indonesia.
Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwasanya warga Indonesia bebas memeluk agama yang diakui Negara Indonesia dan juga dapat mendirikan rumah ibadah sesuai agama setiap warga.
“Jadi seharusnya tidak ada lagi persoalan dalam mendirikan rumah ibadah. Mari kita saling menghormati warga pemeluk agama yang berbeda,” ujarnya.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajak warga untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghormati hak dasar manusia.

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Sila ini mengamanatkan Warga Indonesia untuk menunjukkan rasa memiliki dan mencintai Tanah Air.
Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Warga Indonesia diminta saling menghormati perbedaan pandangan dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini menekankan keadilan yang harus diperoleh setiap Warga Indonesia. (JD)



