Sosialisasikan Perda Adminduk, Johannes Hutagalung: Judol dan Belanja Online Bisa Hambat Bansos
Februari 10, 2026Medan (Jurnaldaily.com) Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Medan 5, Johannes H Hutagalung melaksanakan Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan (Adminduk), Minggu (8/2/26) di Jalan Kemenyan Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

Dalam Sosialisasi Perda (Sosper) tersebut, banyak warga yang menyatakan dirinya kurang mampu tidak mendapat bantuan pemerintah berupa bansos bantuan langsung tunai,. program keluarga harapan (PKH) dan lainnya. Padahal mereka sudah lama mendaftar tapi belum pernah menerima bantuan.
Johannes mengemukakan kalau bantuan sosial dari pemerintah pusat kewenangannya ada pada kementerian. Untuk pendataan dipercayakan kepada Badan Pusat Statistik (BPS). Sedangkan dari Kepling sangat jarang dilibatkan untuk survei dan verifikasi di lapangan. Padahal untuk tahapan pendaftaran ada pada kelurahan melibatkan Kepling.

Anggota Komisi II ini menjelaskan, kalau tahun sebelumnya, warga yang bermohon dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun sekarang diganti dengan Desil. Yang terdaftar di Desil 1 sampai 3 layak mendapat bantuan.
“Bagaimana penetapan warga masuk kategori Desil berapa, itu berdasarkan survei petugas BPS di lapangan dengan penilaian banyak tidak hanya melihat kemiskinan satu keluarga tampak dari penampilan,” ungkap Johannes.
Beberapa kriteria tersebut, kata Johannes, diantaranya jika anggota keluarga dalam satu kartu keluarga memiliki saldo tabungan Rp 5 juta maka permohonan bansos dibatalkan petugas. Tidak hanya itu, jika ada anggota keluarga melakukan transaksi belanja online juga dibatalkan.

“Bahkan jika ada anggota keluarga yang terdeteksi melakukan permainan judi online permohonan bansos nya juga dibatalkan. Petugas memiliki alat canggih memonitor setiap anggota keluarga yang bermohon bantuan pemerintah. Makanya, hati-hati, kita tidak tahu apa yang dikerjakan anggota keluarga kita. Itulah kenapa kita tidak mendapatkan bansos padahal benar-benar miskin,” tuturnya. (JD)



